24 /Mei 2016

Bisnis Online Pekerjaan yang Menyenangkan

Banyak orang yang hanya tahu apa yang terlihat sekarang dalam kehidupan orang lain.
Bisnis yang melesat, keluarga yang bahagia, tubuh yang sehat.
KESUKSESAN.
KEBERHASILAN.

Apakah ada yang tahu cerita apa dibalik itu semua?
Apakah ada yang tahu bagaimana proses mendapatkan itu semua?
Tidak ada.

Iya, tidak ada satu pun yang tahu apa yang harus saya lakukan hingga mencapai sampai titik ini.
Bagaimana saya wajib/harus tetap bangun di malam hari menyiapkan pesanan dari para pelanggan.

Padahal kondisinya saya adalah wanita pekerja.
Orang kantoran. Eight to Five saya habiskan waktu di kantor yang bahkan seringkali kebanyakan ada di luar, menyetir sendiri menemui klien.

Tiba di rumah pun saya tidak langsung beristirahat, ada anak-anak dan suami yang harus saya perhatikan.

Setelah beres semuanya, saya fokus menyiapkan pesanan sampai tengah malam.

Ada harga yang harus diberikan untuk kesuksesan.
Ada pengorbanan besar yang saya lakukan untuk suatu keberhasilan.

Kalau saya ingat-ingat lagi saat pertama kali merintis usaha ini, saya merasa berdosa karena hanya memberikan waktu yang sedikit untuk keluarga.

Tetapi Alhamdulillah keluarga mensupport saya, terutama suami yang juga mau membantu membungkus pesanan pelanggan.

Apa saya mengeluh? Iya.
Apa saya capek? Banget.
Apa saya kepikiran berhenti? Sering.
Kok bisa begitu teh? Ya bisa, kan saya manusia. Punya rasa, punya hati (kaya lagu ya 😄).

Tetapi...
Apa saya lakukan semua itu?
Sayangnya tidak. Kalau saya lakukan pasti saya tidak akan menulis ini. :)))

Rahasianya simpel kenapa saya tidak melakukan yang negatif-negatif tadi.

Ketika suatu pekerjaan/usaha dilakukan untuk keluarga, pekerjaan terberat akan menjadi pekerjaan terindah.
Udah itu aja rahasianya.

Throwback foto ini.
Hmm.. ketika itu baru ada saya, partner beserta para suami dan 2 orang karyawan.
Menyiapkan pesanan berkarung-karung untuk dikirim keluar pulau.
Haduh maafin ya itu pose fotonya lagi begitu banget. 😄😄

Terima kasih sudah menjadi Langganan Kami.

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Facebook

Twitter